pta-plg-logo.png

DESPA PA SEKAYU

Written by Maskur Kaswi.

Pengadilan Agama Sekayu Sosialisasikan Aplikasi DESPA (Dokumen Elektronik Sipp Peradilan Agama)

Bertempat di ruang rapat lantai dua Pengadilan Agama Sekayu, pada hari Jum’at tanggal 17 Mei 2019, dipimpin oleh Panitera Pengadilan Agama Sekayu Bapak Yuli suryadi, S.H., M.M. untuk mensosialisasikan (memperkenalkan) Aplikasi pendukung SIPP yaitu DESPA (Dokumen Elektronik SIPP Peradilan Agama). Aplikasi ini sendiri berfungsi untuk pengarsipan dokumen elektronik dan memonotoring perkara apa saja yang belum diupload pada SIPP, Aplikasi yang Terintegrasi sehingga memudahkan user untuk menyelesaikan adminitrasi perkara.

Soialisasi ini diselenggarakan untuk merespon program Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI untuk penyelesaian perkara tepat waktu. Penyelesaian perkara tepat waktu ini meliputi penguploadan putusan, minutasi satu hari setelah putusan dibacakan (One Day Minutation) dan publikasi putusan satu hari setelah dibacakan (One Day Publication).

Pertemuan dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu, sehingga semua pengguna SIPP dapat memaksimalkan fungsi dan tugasnya dalam Penggunaan SIPP, dan juga pentingnya evaluasi SIPP pada tiap minggunya agar kita dapat mengetahui masalah dan kendala yang dihadapi dalam penggunaan SIPP itu sendiri.

Seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu sangat antusias saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, diharapkan kepada seluruh pegawai dapat memahami dalam mengoperasikan aplikasi DESPA ini. Sehingga One Day Minutation dan dan One Day Publication bukan lagi sebagai pekerjaan yang berat. Dengan rapat yang diselenggarakan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjadi solusi bagi peningkatan pelayanan administrasi peradilan dan pelayanan publik untuk kedepannya.

Besar harapan adanya aplikasi-aplikasi pendukung seperti ini sehingga dapat lebih memudahkan pengguna SIPP dalam menjalankan tugasnya, selain itu kita dapat mengontrol pekerjaan kita itu sendiri, Sehingga Mahkamah Agung dapat dengan mudah mengakses perkara yang ada di semua lingkungan peradilan dibawahnya.

“Apakah Kami Otomatis Bercerai?” Penyuluhan Hukum Terpadu bagi Masyarakat Binaan di Lapas Sekayu

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

“Apakah Kami Otomatis Bercerai?” Penyuluhan Hukum Terpadu bagi Masyarakat Binaan di Lapas Sekayu

 

PA-SEKAYU.GO.IDHari Kamis dan Jum’at, 2-3 Mei 2019, Pengadilan Agama Sekayu kembali mendapat kesempatan untuk memberikan pelayanan hukum. Kali ini dalam bentuk Penyuluhan Hukum Terpadu yang diinisiasi oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Musi Banyuasin dan bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sekayu. Selain Kepala Bagian Hukum Pemda Musi Banyuasin dan Kepala Lapas Sekayu sebagai tuan rumah, instansi yang turut menjadi penyuluh dalam acara ini yaitu dari perwakilan dari Pengadilan Agama Sekayu, Kejaksaan Negeri Sekayu, dan Dinas Kesehatan Pemkab Musi Banyuasin.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan kepada para peserta yang merupakan masyarakat binaan Lapas Klas II B Sekayu yang masa tahanannya akan habis pada tahun ini dan mereka akan kembali ke dalam lingkungan masyarakat masing-masing, demikian ujar H. Yudi Herzandi, S.H., M.H., Kabag. Hukum Pemkab Musi Banyuasin.

 

Panitera PA Sekayu, Dalam Sesi Tanya Jawab

 

Pengadilan Agama Sekayu dalam acara ini mengutus Yuli Suryadi, S.H, M.M. (Panitera Pengadilan Agama Sekayu), yang memberikan penyuluhan berkaitan dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) Pengadilan Agama. Berdasarkan keterangan Yuli Suryadi, peserta sangat antusias mendengarkan dan menyimak materi yang disampaikan yang akan menjadi bekal mereka kembali ke masyarakat, terutama mengenai hukum keluarga dan tips-tips membina kembali keutuhan rumah tangga, karena banyak dari para masyarakat binaan yang menjadi peserta penyuluhan merupakan kepala keluarga dan tulang punggung keluarga.

Di akhir acara, dalam sesi tanya jawab, banyak pertanyaan yang diajukan kepada Pengadilan Agama, ada satu pertanyaan yang menggelitik hati tetapi perlu jawaban yang pasti, ketika seorang masyarakat binaan bertanya, "Makmane pak, kami kak la lebih 6 bulan dalam obak, ape setelah kelegho dari obak kami masih boleh campor dengan bini kami? Ape status kami la cerai? Ape kami harus ijab qabul baru?" (Bagaimana pak, kami ini sudah 6 bulan dipenjara, apa setelah keluar dari penjara kami masih boleh bercampur dengan istri kami? Atau apakah status kami sudah bercerai? Atau apakah kami harus ijab qabul baru? -red). Dengan sigap Panitera PA Sekayu menjabarkan, bahwa perceraian antara suami istri yang masih hidup hanya dapat terjadi di depan pengadilan, baik ikrar talak di depan persidangan maupun karena diputuskan oleh hakim. Jawaban yang disampaikan dengan gaya humor dan lugas ini menjadikan para masyarakat binaan merasa puas dan lega.

Sebagai informasi, dalam tahun 2019 ini sudah ada beberapa perkara perceraian yang diajukan di mana Tergugatnya sedang menjalani masa tahanan dan rata-rata alasan pengajuannya yaitu karena adanya tindak kekerasan dalam rumah tangga.

(Humas PA Sekayu)

 

 

Jelang Promosi Waka PA Prabumulih Ke Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Agama Palembang Melakukan Mengaudit

Written by Pengadilan Tinggi Agama Palembang Prov Sumsel.

Jelang Promosi Waka PA Prabumulih Ke Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Agama Palembang Melakukan Mengaudit

 

audit

PA-PRABUMULIH.GO.ID - Senin (14/05/2019) Pengadilan Agama Prabumulih mendapatkan kunjungan kerja dari Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Drs. H. HELMY THOHIR, M.H bersama dengan Panitera, Drs. H. Pahri Hamidi, S.H. dan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pelaporan, MARDIAN HARYADI, S.Kom., S.H.. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh orang nomor dua di Pengadilan Tinggi Agama Palembang beserta rombongan ini mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 8 Tahun 1996 tentang Petanggungjawaban Berkas Perkara dan Keuangan Pihak Ketiga dalam rangka serah terima jabatan Plt. Ketua Pengadilah Agama Prabumulih Muhammad Fadhly Ase, S.HI. M.Sy yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Asisten Hakim Agung di Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Kunjungan tersebut dimulai sehabis solat zuhur dan dibuka oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Prabumulih, lalu untuk mengakrabkan suasana, Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Tinggi Agama Palembang juga mengajak seluruh Hakim dan Pegawai untuk memperkenalkan diri dan memberikan kesempatan Hakim dan Pegawai untuk menyampaikan saran, kritik dan harapan untuk dapat dicarikan jalan keluar permasalahannya.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Tinggi Agama Palembang menyempatkan diri untuk memberikan pembinaan kepada Hakim dan seluruh Pegawai Pengadilan Agama Prabumulih. Pembinaan tersebut meliputi ajakan untuk melaksanakan TUPOKSI tanpa pamrih, menjalankan program prioritas Dirjen Badilag (SIPP, PTSP, Zona Integeritas , Itsbat Nikah Terpadu, Reformasi Birokrasi, Akreditasi Penjaminan Mutu, Diskusi Teknis Yustisial) yang merupakan program dari Mahkamah Agung, berkomitmen untuk bekerja sama dengan baik sesama rekan dan memberikan loyalitas dalam bekerja.

                                        audit

Diakhir pembinaan, Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Tinggi Agama Palembang memberikan apresiasi kepada kantor Pengadilan Agama Prabumulih yang berkembang dengan cepat baik disisi kerapian kantor maupun disisi pelayanan publik melalui SIPP yang mana Pengadilan Agama Prabumulih meraih peringkat pertama se-wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang dan peringkat ke-18 se-Indonesia.

                                        audit

Audit tersebut belangsung 2 hari, yaitu tanggal 13 dan 14 Mei 2019, yang mana diakhir audit, Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Tinggi Agama Palembang meminta seluruh pegawai Pengadilan Agama Prabumulih  untuk berfoto bersama. (Dwi Husna Sari/ Silvy Monica – PA.Pbm)

 

 

 

 

Ketua PA Muara Enim, Berikan Support SDM-nya yang Ikuti Seleksi CPP

Written by Maskur Kaswi.

Ketua PA Muara Enim, Berikan Support SDM-nya yang Ikuti Seleksi CPP

16052019-1400.jpg

PA-MUARAENIM.GO.ID - Keluarnya pengumuman hasil seleksi administrasi peserta seleksi calon Panitera Pengganti (CPP) Pengadilan Agama tahun 2019, menjadi semangat baru bagi dua orang SDM terbaik Pengadilan Agama Muara Enim yang ikut dalam proses seleksi tersebut, yang mana nama keduanya (Heri Oktarua, S.H., dan Luthfi Hadisaputra, S.H.) tercantum dalam Surat Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradila Agama Nomor 1755/DJA.2/HM.00/V/2019 tanggal 10 Mei 2019, perihal Pengumuman Pelaksanaan Simulasi dan E-test Calon Panitera Pengganti Tahun 2019. 

EMPAT PESAN KETUA PTA PALEMBANG PEMACU SEMANGAT KERJA

Written by Maskur Kaswi.

EMPAT PESAN KETUA PTA PALEMBANG PEMACU SEMANGAT KERJA

foto berita 4 pesan depan.jpeg

KAYUAGUNG | Hari kedua, Kamis (16/5) rombongan PTA Palembang  di Kayuagung dilanjutkan dengan pembinaan. Bertempat di ruang sidang utama, ketua, para hakim, panitera, sekretaris, para pejabat dan pegawai berkumpul. Mereka menyimak pembinaan yang disampaikan Ketua PTA Palembang dan sekretaris.