logo-pta.png

“SIGAD” Pengarsipan Perkara PA Kayuagung Berbasis QRCode

.

“SIGAD” Pengarsipan Perkara PA Kayuagung Berbasis QRCode

 

sigad

Kayuagung | “Tak Lelah Berkreasi, Tak Henti Berprestasi…“, motto yang telah lama tertanam dibenak pegawai Pengadilan Agama Kayuagung, dan dengan motto inilah menjadi salah satu pecut semangat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang diemban.

Setelah dikeluarkannya Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama tentang Penerapan Administrasi Register Perkara dan Keuangan Perkara Secara Elektronik pada Peradilan Agama tanggal 11 Februari 2019, yang sebelumnya register perkara dan jurnal keuangan perkara dicatat dalam buku induk register kini beralih menjadi digitalisasi.

Beranjak dari surat Dirjen tersebut, seolah tak pernah lelah dan kehabisan ide, Pengadilan Agama Kayuagung kini mencoba melakukan pengarsipan perkara secara digital yang sebelumnya berasal dari arsip yang tercetak manual lalu kemudian dikonversi menjadi digital.

Sistem Galeri Arsip Digital, atau “sigad” begitulah warga Pengadilan Agama Kayuagung menyebutnya. Di dalam aplikasi ini, terdiri dari beberapa menu utama, antara lain Data Aplikasi, Data Master, Data Pengguna, Data Transaksi, dan Data Laporan.

“sigad” sebagai media penyimpanan arsip digital tidak lain adalah untuk mendapatkan efisiensi dan optimalisasi dalam banyak hal antara lain efisiensi dan optimalisasi tempat penyimpanan, ataupun keamanan dari berbagai bentuk bencana serta dapat dengan mudah untuk telusur keberadaan berkas perkara.

qrcode

Lalu, apa yang menjadi keunikan dari aplikasi “sigad” dari aplikasi arsip perkara yang lain???. Satu hal yang menjadi keunikan yaitu aplikasi ini memiliki fasilitas cetak qrcode (Quick Response Code) baik untuk pengguna arsip maupun untuk berkas arsip itu sendiri. Kedepan tidak menutup kemungkinan “sigad” akan terintegrasi dengan arsip yang ada aplikasi SIPP PA Kayuagung.(ITKAG)