logo-pta.png

PA Sekayu Meski Sepuh, SDM Tetap Joss

.

PA Sekayu Meski Sepuh, SDM Tetap Joss

05032019-1100.jpg

PA-SEKAYU.GO.ID - Semakin tua semakin joss, tema itulah agaknya yang tepat untuk menggambarkan penomena menarik, ketika dilaksanakan bimbingan teknis penggunaan aplikasi, Selasa, (26/2/2019) lalu di Pengadilan Agama Sekayu.

Penomena itu adalah tentang geliat para Panitera Muda “sepuh” dalam menimba ilmu pengetahuan terkhusus memperdalam aplikasi berbasis teknologi informasi. Mencermarti dinamika mereka itu, sepertinya umur bukanlah faktor yang menjadi penghalang untuk maju dan berkarya, karena maju dan berkarya itu hak setiap orang yang meniginkannya.

Adalah Hasan Basri, S.Ag. seorang Panitera Muda Hukum yang sudah cukup lama bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, dan sudah malang melintang di dunia peradilan sebagai Panitera Pengganti, bahkan dalam waktu empat bulan kedepan, beliau sudah harus pensiun dari pekerjaannya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pengadilan Agama Sekayu.

Akan tetapi, ia selalu bersemangat menekuni pekerjaannya, dan teristimewanya, ia tidak mau ketinggalan informasi dari yang lain. Ketika ditanya apa yang memotivasinya begitu semangat belajar IT? Ia menjawab, saya selaku Panitera Pengggati tidak mau ketinggalan dengan Hakim. Jika Hakim bekerja dengan cepat, maka sayapun harus bekerja secara cepat. Dan salah satu penunjang kerja cepat itu adalah aplikasi, makanya saya tertarik belajar aplikasi pendukung ini.

Secara praktis, dalam kesempatan itu ia maju kedepan, dan mencoba aplikasi yang sedang dilakukan bimbingan itu, memulainya tahap demi tahap sesusai dengan yang diinstruksikan kepadanya, hingga ending dari aplikasi itu. Dengan cepat, dapat ia kuasai penggunaanya dan sudah bisa mempraktikkan sendiri di ruang kerjanya.

Melihat rekan kerja yang begitu semangat untuk menguasai aplikasi, Panitera Muda Gugatan, M. Nazarudin, S.H. ternyata terprovokasi juga untuk belajar aplikasi yang sama. Kendatipun tidak sama dengan Panitera Muda Hukum yang tampil maju ke depan forum untuk praktik langsung aplikasi, Nazar, demikian panggilan akrabnya, justru memilih belajar secara privat dengan tim IT Pengadilan Agama Sekayu, dan tim IT pun menyediakan ruang dan waktu khusus untuk belajarnya Panmud Gugatan itu. Joss, dengan mudah aplikasi bisa dikuasai dengan baik dan ia pun sudah bisa menjalankan sendiri aplikasi itu.

Mendengar kedua rekannya sudah belajar aplikasi, Panitera Muda Permohonan, Nurani, S.H., dengan nada protes kepada tim IT, mengatakan “masa hanya mereka yang diajari, saya juga mau, apalagi ini aplikasi, pokoknya saya minta diajari cara menggunakan aplikasi bantu itu”. Protes itu dimaklumi saja oleh tim IT, karena ketika dilaksanakan bimbingan teknis, yang bersangkutan tidak hadir karena cuti.

Lalu, seperti biasa, tim IT pun menyiapkan ruang dan waktu untuk pembelajaran itu. Lagi-lagi, tidak butuh waktu lama bagi tim untuk memberikan pemahaman kepada Nurani, semua bisa diserap dengan baik. Dan ketika masing-masing ditanya, bagaimana aplikasinya, bisa dimanfaatkan tidak? Semua menyatakan, bisa dan sangat membantu pekerjaan, terutama dalam proses penyelesaian Berita Acara Sidang.

Secara, para panmud itu bukanlah orang muda, mereka tidak energik seperti energiknya genarasi IT saat ini, mereka terlahir di zaman mesin ketik, mengenal komputer hanya sebatas kebutuhan saja, dan sama sekali tidak bisa disandingkan dengan genarasi milenial saat ini. Akan tetapi ada sesuatu yang mereka punya, yaitu semangat untuk maju dan berkembang bersama tim.

Semangat inilah yang harus diperjuangkan bersama dalam setiap momen, demi menjaga stabilitas dan kontinuitas kerjasama tim. Karena tanpa semagat kerjasama itu, tim bukanlan apa-apa dan tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu, tepatlah seperti potongan bait syair lagu Bondan Prakoso & Fade 2 Blade “…kau yang disana yang berjiwa lemah, mendekatlah padaku dan raih tanganku karena kudisini pantang menyerah. Bersatu kita kuat, bersama kita hebat dan tak terkalahkan”.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu